Monday, January 24, 2011

Pantun Satu

Hasrat nak beli dulang bertepi,
Barulah molek untuk untuk hidangan,
Hajat nak cari yang sama sehati,
Barulah molek makan sepinggan.

Pergi memburu di tepi hutan,
Dapat seekor anak rusa nani,
Kalau begitu hajatmu tuan,
Mengapa dibiar tersiksa begini.

Gerimis hujanlah gerimis,
Gerimis sampai kedini hari,
Menangis janganlah menangis,
Orang yang pergi takkan kembali.

Itik belibis berenang di air,
Menunggu tiba udang bergaya,
Kini menangis telah berakhir,
Bulan ku menjelma memancar cahaya.

Menunggu tiba udang bergaya,
Air di bendang dikocak jangan,
Kalau hamba bulan bercahaya,
Tuan pula pungguk idaman.

Kalau menuba di Lubuk Semantan,
Sampai ke Terua memunggut ikan,
Kalau hamba pungguk idaman,
Sampai ke tua mati beragan.

Dalam perahu keranjang ikan,
Dalam keranjang ikan tenggiri,
Kalau ku tahu menyintaimu tuan,
Kalau ku tahu menyiksa diri.

Kalau ku tahu menyintaimu tuan,
Kalau ku tahu menyiksa diri,
Tidak mahu aku meneruskan,
Tidak mahu aku mencari.

Hendak tidur tidurlah mata,
Jangan pula termimpi-mimpi,
Tiada apa hendak ku kata,
Itu sudah takdir Ilahi.

Mutiara putih berangkai-rangkai,
Terputus benang lalu bertabur,
Tuan umpama lautan tak berpantai,
Hamba terapung tah bila kan terdampar.

Nelayan dari Batu Berendam,
Membawa balik hasil tangkapan,
Sudah jenuh perasaan berdendam,
Menunggu kasih memberi harapan.


2 comments:

  1. talib~~
    daun keladi kembang di laman,
    anak belalang menumpang hinggap,
    terima kasih tuan sudi berteman,
    saya di sini hanya berharap.

    ReplyDelete