Teratak intan dikarang-karangkan,
Karangan oleh Hassan dan Hashim,
Tidak dapat zaman sekarang,
Nantikan angin bergilir musim.
Mengail keli di tengah bendang,
Dapat pula si ikan siakap,
Telah lama hamba tenung dan pandang,
Tak pernah jemu hamba menatap.
Cintaku bagai Adam dan Hawa,
Berjumpa juga setelah berpisah,
Bagaimana hati tidak kecawa,
Cinta dicampur rasa bersalah.
Apa diharap padi seberang,
Entahkan menjadi entahkan tidak,
Apa dirisau perasaan mendatang,
Entah benar entahkan tidak.
Laut dalam si laut lepas,
Kapal berlabuh bertukar ganti,
Kalau karam pasti ku lemas,
Kalau lemas pasti ku mati.
Bulan penuh lingkaran bertepi,
Cantik sungguh bila diperhati,
Tuan hanyut di lautan sepi,
Hanya hamba setia menanti.

No comments:
Post a Comment